Mayjen TNI Kristomei Sianturi Tunjukkan Keteladanan Fisik Prima dan Pendekatan Humanis, Perpaduan Prajurit Infanteri Modern yang Profesional dan Merakyat
Lampung, Orasipubliknews.co.id 30 Juni 2026 – Komando Daerah Militer (Kodam) XXI/Radin Inten di bawah kepemimpinan pertama Pangdam-nya, Mayor Jenderal TNI Kristomei Sianturi, mengusung angin segar dengan perpaduan gaya kepemimpinan yang unik. Di satu sisi, ia menunjukkan ketangguhan fisik prima yang khas seorang prajurit infanteri; di sisi lain, ia luwes membangun komunikasi sosial dengan gaya humanis yang mencairkan suasana.

Dalam sebuah kegiatan internal yang menjadi perhatian, Mayjen Kristomei memberikan contoh nyata tentang disiplin fisik. Di hadapan para prajuritnya, jenderal bintang dua ini turun ke lantai dan melakukan gerakan push-up sebanyak 45 kali secara berturut-turut tanpa ragu. Para prajurit yang menyaksikan aksi spontan komandan mereka itu pun menghitung setiap gerakan dengan penuh semangat.
“Keteladanan fisik ini adalah penegasan identitas saya sebagai perwira dari kecabangan Infanteri yang menuntut stamina tinggi di setiap situasi,” ujar Mayjen Kristomei dalam kesempatan tersebut, menegaskan kembali pentingnya kebugaran bagi seorang pemimpin.
Namun, ketegasan seorang komandan lapangan itu berpadu apik dengan keluwesan seorang diplomat. Saat meninjau daerah dan bertemu dengan warga, Pangdam Kristomei dengan cerdik mencairkan suasana protokoler. Ia melontarkan pantun jenaka yang langsung menyambut hangat warga.
“Empat tambah empat sama dengan delapan. Jembatan kuat harus diikat,” ucapnya lantang, disambut tawa riuh warga. Ia melanjutkan, “TNI datang bangun jembatan, semoga bermanfaat buat rakyat,” sebagai penegasan komitmen institusi TNI.
Tak mau kalah, perwakilan warga pun membalas pantun tersebut sebagai ungkapan terima kasih. Sebelum berpamitan, Pangdam kembali melontarkan pantun penutup, “Burung cendrawasih di air payau. Terima kasih layau,” yang memicu tepuk tangan meriah dari seluruh hadirin.
Kemampuan komunikasi yang luwes ini bukan tanpa alasan. Lahir di Kotabumi, Lampung Utara, pada 6 Mei 1976, pria yang merupakan lulusan Akademi Militer 1997 ini memiliki rekam jejak mumpuni di bidang penerangan militer. Ia pernah menjabat sebagai Kepala Dinas Penerangan TNI-AD (Kadispenad) dan Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI sebelum akhirnya dipercaya memimpin Kodam baru.
Karirnya yang cemerlang juga ditempa di satuan tempur sebagai Komandan Yonif Para Raider 305/Tengkorak, Danmentar Akmil, hingga Wakil Gubernur Akademi Militer.
Kombinasi antara ketangguhan fisik, kecerdasan intelektual, dan kapasitas kepemimpinan Mayjen Kristomei terefleksi dari deretan brevet dan tanda kehormatan yang ia miliki, baik dari dalam maupun luar negeri. Di antaranya adalah Badge for Military Proficiency in Gold (Jerman), Parachutist Badge (Spanyol), Brevet Kualifikasi Para Raider, Brevet Free Fall, serta berbagai Satyalancana atas pengabdiannya di berbagai medan tugas, termasuk misi perdamaian PBB.
Dengan seluruh rekam jejak prestasi ini, kepemimpinan Mayjen TNI Kristomei Sianturi sebagai Pangdam XXI/Radin Inten yang pertama diharapkan mampu menjadi teladan bagi prajurit dan mempererat hubungan TNI dengan rakyat. Pendekatan modern, profesional, namun tetap merakyat ini menjadi modal kuat untuk membangun Kodam baru yang tangguh dan dicintai masyarakat. (Red)*






