Rio Gunawan Kembali Pimpin Aspekindo Lampung, Fokus Dukung Pembangunan Infrastruktur

BANDAR LAMPUNG Orasipubliknews.co.id – Rio Gunawan resmi dipercaya kembali untuk memimpin Asosiasi Pengusaha Konstruksi Indonesia (Aspekindo) Provinsi Lampung periode 2025–2030. Penetapan ini dilakukan pada Senin, 1 Desember 2025.

 

Setelah penunjukan tersebut, Rio menyatakan akan segera menyusun struktur kepengurusan baru dari tingkat provinsi hingga kabupaten/kota. Ia juga berencana menggelar Musyawarah Cabang (Muscab) di daerah-daerah yang masa kepengurusannya telah berakhir.

 

“Dalam waktu dekat kami juga akan menggelar Muscab di kabupaten yang masa kepengurusannya memang sudah berakhir,” ujar Rio.

 

Di luar konsolidasi organisasi, Rio menegaskan komitmen penuh Aspekindo Lampung untuk mendukung pembangunan daerah. Ia secara khusus menyatakan dukungan terhadap kebijakan Gubernur Lampung yang memprioritaskan pembangunan infrastruktur jalan.

 

“Kami dari Aspekindo amat sangat mendukung kebijakan pembangunan infrastruktur jalan, karena ini menjadi salah satu penunjang perputaran ekonomi,” tegasnya.

 

Rio menjelaskan bahwa pemerataan pembangunan infrastruktur, khususnya jalan, akan mempermudah distribusi hasil pertanian dan komoditas sektor lainnya. Hal ini diharapkan dapat mendorong pemerataan pertumbuhan ekonomi.

 

“Jika jalan-jalan diperbaiki, lapangan kerja bisa tercipta, waktu dan biaya masyarakat juga lebih hemat,” jelasnya.

 

Secara khusus, Rio menyoroti perkembangan Kota Bandar Lampung. Ia berjanji Aspekindo akan memberikan perhatian khusus kepada ibu kota provinsi tersebut.

 

“Bandar Lampung saat ini berkembang pesat dan harus didukung oleh infrastruktur yang memadai,” terang Rio.

 

Dengan kepemimpinan Rio untuk periode lima tahun ke depan, diharapkan sinergi antara pengusaha konstruksi dan pemerintah daerah semakin kuat, mempercepat pembangunan infrastruktur yang berkualitas dan merata di seluruh penjuru Lampung. (Red)*

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *