Pesawaran, Orasipubliknews.co.id – Kasus Berbagi Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang memuat roti berjamur di SMK Wirabuana tak henti-hentinya pada soal kebersihan makanan. Publik kini dibuat terkejut setelah mengetahui adanya keanehan dalam tata kelola sumber daya manusia di dapur produksi. Polemik ini semakin marak setelah Pemerintah Desa Kedondong membuka suara dan mengonfirmasi identitas Koordinator Lapangan (Korlap) yang mengelola dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Sukamaju .

Kontroversi yang semula terfokus pada buruknya kualitas konsumsi siswa tersebut, kini melebar ke arah dugaan masalah manajerial di tingkat akar rumput. Kemunculan nama-nama perangkat desa dalam struktur pelaksana program nasional ini sontak menjadi sorotan tajam publik.
Menangapi desakan informasi dari awak media, Camat Kedondong, Irwan Rosa, SH, angkat bicara. Melalui sambungan telepon WhatsApp, ia mengonfirmasi bahwa ia segera mengambil langkah tegas.
“Terima kasih informasinya, nanti kami segera tindak lanjuti. Atas informasi yang disampaikan pada kami, segera kami hubungi Kepala Desa Kedondong dan Kasi Kesra-nya, Mulia Thontowi, untuk memberikan penjelasan. Hari Senin akan kami telepon,” tegas Irwan.
Pemanggilan ini dilakukan untuk mengklarifikasi secara langsung keterlibatan aparatur desa dalam operasional dapur SPPG yang menjadi pemasok roti bermasalah tersebut. Publik menantikan transparansi penuh mengenai peran dan tanggung jawab Korlap serta pihak desa dalam memastikan kelayakan konsumsi untuk para pelajar.
Insiden ini menyebabkan output keras bagi program unggulan yang seharusnya meningkatkan gizi generasi muda. Jika yang dipertaruhkan adalah masa depan siswa, masyarakat menuntut pertanggungjawaban tidak hanya pada oknum di lapangan, tetapi juga pada sistem pengawasan yang nyaris tidak berfungsi.
Akankah panggilan hari Senin nanti menjadi titik terang atau justru membuka kotak pandora permasalahan baru dalam tata kelola MBG di Pesawaran? Warga menantikan aksi nyata, bukan sekedar klarifikasi.
Oleh. Redaksi






