Pesawaran,Lampung Orasipubliknews.co.id – Program revitalisasi komoditas kakao yang diinisiasi Kementerian Pertanian melalui Dinas Perkebunan dan Peternakan Kabupaten Pesawaran mendapat sambutan antusias dari para kelompok tani. Program yang menghadirkan bibit kakao varietas unggul ini diharapkan dapat meningkatkan produktivitas dan daya saing kakao lokal.
Kelompok tani dari beberapa kecamatan seperti Gedong Tataan, Way Lima, Way Khilau, dan Way Ratai menyatakan kebahagiaan dan rasa terima kasih atas kehadiran program tersebut. Dalam sambutannya, mereka secara khusus mengapresiasi langkah Arief Budiman, SH., selaku Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan Kabupaten Pesawaran, yang memimpin dan mengawal program dari tahap awal.
Arief Budiman, yang akrab disapa Arif, dalam wawancara exclusive Selasa, 30/12/2025, menegaskan bahwa program ini merupakan langkah awal yang akan terus dikawal ke depannya. Fokusnya adalah membangun fondasi yang kuat untuk pengembangan kakao di wilayah tersebut.
“Saya berharap ke depan akan mengusahakan untuk pembibitan yang ada di Kabupaten Pesawaran agar bisa diarahkan dan difasilitasi untuk mendapatkan sertifikat legal. Dengan sertifikasi, produk bibit kita nantinya bisa lebih bersaing,” tambah Arief menegaskan komitmennya.
Program ini tidak hanya menyediakan bantuan bibit, tetapi juga bibit berkualitas tinggi. Bibit kakao yang didistribusikan adalah varietas unggul jenis C1 F Wan Hibrida Super, hasil penelitian dari Pusat Penelitian Kopi dan Kakao di Jember, Jawa Timur. Varietas ini terkenal memiliki produktivitas dan kualitas biji yang tinggi, sehingga diharapkan dapat meningkatkan hasil panen petani.
Revitalisasi kakao ini merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk menguatkan sektor perkebunan rakyat. Dengan dukungan bibit unggul dan pendampingan yang berkelanjutan, diharapkan kakao Pesawaran dapat naik kelas, meningkatkan kesejahteraan petani, dan berkontribusi lebih besar terhadap perekonomian daerah.
Kabupaten Pesawaran memiliki potensi perkebunan yang cukup luas.Program seperti ini dinilai tepat untuk mengoptimalkan lahan dan komoditas yang ada, khususnya kakao, yang memiliki nilai ekonomis yang menjanjikan di pasar domestik maupun internasional.
Dengan semangat baru dari para petani dan komitmen dari dinas terkait,program revitalisasi kakao ini diharapkan menjadi momentum kebangkitan kakao Pesawaran yang lebih produktif, berkualitas, dan berdaya saing. (Red)*






