Bupati Buru Selatan Puji Inisiatif Warga Emori: Kalau Ada 81 Roswel, Pemda Tidak Kepala Sakit

DAERAH, MALUKU48 Dilihat

Namrole, Maluku Orasipubliknews.co.id – Suasana penuh sukacita menyelimuti Dusun Emori, Desa Namrinat, Kecamatan Namrole, Kabupaten Buru Selatan, saat Bupati La Hamidi secara langsung memimpin Gerakan Menanam Kasbi di Pekarangan sekaligus Peletakan Batu Pertama Rumah Ternak “Huma Rongan”, Sabtu (5/9/2026).

Kegiatan yang digagas oleh Komunitas Warga Buru Selatan Mandiri inisiasi Pdt. Roswel Nurlatu ini menjadi bukti nyata semangat kemandirian masyarakat dalam membangun ketahanan pangan dari akar rumput.

Rangkaian acara diawali dengan momen sakral penyerahan bibit kasbi secara simbolis dari Tokoh Adat Geba Rebut, Yunus Solissa, selaku pemilik lahan, kepada Bupati La Hamidi. Hal ini menjadi simbol restu dan dukungan penuh dari masyarakat adat terhadap program pemberdayaan tersebut.

Tak berhenti di situ, penyerahan batu pertama pembangunan “Huma Rongan” juga dilakukan oleh Tokoh Adat Geba Rebut sebagai bentuk dukungan adat terhadap program rumah ternak yang akan menjadi pusat pengembangan peternakan warga.

Bupati La Hamidi bersama Wakil Bupati Gerson E Selsily, Sekda Ali Awan, dan sejumlah pejabat lainnya kemudian turun langsung menanam bibit kasbi secara bersama-sama, menunjukkan sinergi antara pemerintah dan masyarakat.

Mengawali sambutannya, Ketua Komunitas Warga Buru Selatan Mandiri, Pdt. Roswel Nurlatu, memimpin seluruh peserta meneriakkan yel-yel penyemangat yang menggema di kawasan perbukitan Emori.

Pdt. Roswel menegaskan bahwa gereja hanya berperan sebagai fasilitator, bukan penggerak utama. “Kami hanya fasilitasi. Karena warga ingin menanam, tapi terkendala ternak, sehingga gereja memfasilitasi untuk membuat rumah ternak,” ujarnya dengan tegas.

Ia menargetkan seluruh ternak sudah masuk kandang pada Desember 2026 dan penanaman perdana dapat dilakukan pada 2027. “Warga Emori harus mandiri. Kita selalu kerja keras, tetapi kita tidak mampu mengatur hasil kerja kita sehingga kita berjalan di tempat. Kita harus pertahankan etos kerja dan konsistensi,” lanjutnya.

Dalam sambutannya, Bupati La Hamidi mengaku kagum dengan perkembangan yang ia pantau melalui media sosial. “Saya melihat perkembangan yang luar biasa. Ada aktivitas ekonomi yang jalan, walaupun hanya melalui daun kasbi saja, tapi sudah sangat membantu masyarakat,” ujarnya.

Pernyataan menarik disampaikan Bupati ketika menyoroti peran Pdt. Roswel Nurlatu. “Kalau ada 81 orang seperti Pak Roswel di 81 desa di Buru Selatan, Pemerintah Daerah tidak kepala sakit,” katanya disambut tepuk tangan meriah peserta.

Bupati menilai kegiatan ini justru mendahului program Pemerintah Daerah dan Kementerian Pertanian. Ia mendorong singkong atau kasbi menjadi pangan lokal strategis dengan mencontoh Kabupaten Lampung Tengah yang memiliki 17 pabrik pengolahan singkong.

“Kita sudah dapat dukungan Gubernur Maluku dan Pemerintah Pusat. Ke depan pasti akan ada bantuan-bantuan lagi untuk Buru Selatan dalam rangka hilirisasi ubi kayu. Kalau sudah ada industri, kita bisa menanam setengah atau 1 hektar untuk biaya wisuda dan biaya masuk kuliah anak-anak kita,” jelas La Hamidi optimistis.

Sebagai bukti nyata, Bupati menunjukkan roti berbahan kasbi yang ia bawa, membuktikan bahwa pangan lokal mampu menggantikan beras. “Semua Kepala Desa harus juga bisa melakukan ini. Pak Roswel saja bisa menginisiasi gerakan menanam kasbi di pekarangan tanpa ada sokongan dana. Jangan terlalu banyak pesimisme,” pesannya.

Menanggapi aspirasi warga, Bupati langsung memerintahkan Kadis Pekerjaan Umum untuk memberi perhatian pada pembangunan bronjong di Kali Emori dan perbaikan jalan tani beserta peralatan yang dibutuhkan masyarakat.

Urbanus Tasane, Sekretaris Komunitas sekaligus Koordinator Lapangan, menyampaikan ucapan terima kasih atas kehadiran dan perhatian Bupati. “Hari ini baru 16 bilik saja, tetapi kami berharap ke depan semua warga Emori bisa punya bilik,” ucapnya.

Ia berharap gerakan mengandangkan ternak ini menjadi contoh bagi seluruh warga Buru Selatan. “Mari kita gerakkan ternak di kandangkan dan ini menjadi contoh bagi seluruh warga Buru Selatan yang punya ternak,” ajaknya.

Kegiatan ditutup dengan kampanye Makan Kasbi yang dipimpin Pdt. Roswel Nurlatu. Dalam kampanye tersebut, ia mengarahkan Bupati, Wakil Bupati, dan jajaran pimpinan OPD untuk merenungkan dampak positif jika masyarakat Buru Selatan lebih memilih kasbi daripada nasi.

“Seandainya masyarakat Buru Selatan lebih suka makan kasbi daripada nasi, maka petani Buru Selatan akan terbantukan karena hasil pertanian mereka laris terjual. Kasbi adalah makanan lokal Buru Selatan, makanan yang sehat dan ekonomis. Ayo makan kasbi!” serunya penuh semangat.

Melalui kegiatan ini, warga Emori menyatakan komitmennya untuk mewujudkan desa yang mandiri pangan dan mandiri ekonomi, sekaligus menjadi pilot project bagi pengembangan ketahanan pangan berbasis potensi lokal di Kabupaten Buru Selatan.

Editor: Redaksi
Sumber Berita: Team Orasipubliknews

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *