PESAWARAN, Orasipubliknews.co.id – Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Pesawaran memberikan penghargaan bergengsi kepada Desa Karang Anyar, Kecamatan Gedong Tataan, Senin (13/4/2026). Desa tersebut dinobatkan sebagai Desa Cantik (Cinta Statistik) Terbaik ke-2 Tingkat Provinsi Lampung Tahun 2025, sebuah prestasi yang menegaskan komitmen desa dalam pengelolaan data statistik yang akurat dan berkelanjutan.
Kegiatan yang berlangsung di Kantor BPS Kabupaten Pesawaran : Jl. A.Yani Desa Kutoarjo Kecamatan Gedong Tataan Kabupaten Pesawaran,mengusung tema “Desa Cantik” sebagai simbol gerakan cinta statistik dari tingkat paling bawah. Momentum ini sekaligus menjadi ajang pencanangan dan pelatihan Desa Cantik di wilayah Kabupaten Pesawaran.

Dalam Kegiatan tersebut di_ Hadiri Kepala Dinas PMD Kabupaten Pesawaran, Drs. Nur Asikin, M.IP. , sebagai mitra dari BPS Pesawaran menyampaikan penghargaan setinggi-tingginya kepada perangkat desa dan warga Karang Anyar. “Ini bukti nyata bahwa tata kelola data yang baik mampu melahirkan kebijakan desa yang tepat sasaran. Kami dari Dinas PMD mendukung penuh gerakan Desa Cantik sebagai fondasi pembangunan desa yang modern dan transparan,” ujarnya dalam Berbagainya.
Tak hanya mendapat penghargaan, BPS Kabupaten Pesawaran bersama Dinas PMD juga meluncurkan program berkelanjutan dengan melakukan pencanangan Desa Cantik dan pelantikan Agen Statistik di tiga desa lainnya di Kabupaten Pesawaran. Langkah ini diharapkan tidak mampu menjaga kualitas, konsistensi, dan validitas data statistik desa yang selama ini menjadi tantangan utama dalam perencanaan pembangunan.
Kepala BPS Pesawaran yang turut hadir dalam acara tersebut menegaskan bahwa kolaborasi antara BPS dan Dinas PMD merupakan kunci sukses dalam mewujudkan satu data Indonesia, dimulai dari tingkat desa. “Desa Karang Anyar adalah contoh luar biasa. Kami akan mereplikasi model ini ke desa-desa lain melalui agen statistik yang baru dilantik,” ungkapnya.
Dengan raihan ini, Desa Karang Anyar kini menjadi ikon baru dalam pelatihan statistik desa di Provinsi Lampung. Pemerintah Kabupaten Pesawaran pun optimistis prestasi ini akan memicu desa-desa lain untuk lebih serius mengelola data kependudukan, potensi desa, serta berbagai indikator pembangunan. (Merah)*








