HOROR MBG! 3 HARI BERTURUT-TURUT, PISANG BUSUK-SEMANGKA BUSUK-MIE BASI, SEKOLAH DI PESAWARAN GEGER, ORANG TUA ANCAM LAPOR DPRD

Pesawaran, Lampung – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang seharusnya menyehatkan generasi bangsa, justru berubah menjadi mimpi buruk bagi puluhan wali murid di Desa Kebagusan, Kecamatan Gedong Tataan, Kabupaten Pesawaran. Dalam tiga hari beruntun, menu yang disajikan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Dapur Wiyono disebut-sebut sudah tidak layak konsumsi—mulai dari buah busuk hingga sayur mie yang mengeluarkan bau basi.

Puncak kemarahan terjadi pada Kamis (16/4/2026), ketika seluruh murid kompak menolak makan siang gratis tersebut. “Sayurnya mie putih campur wortel, baunya sudah basi. Semua anak tidak mau makan. Ompreng (nasi boks) dikembalikan ke dapur semua,” tutur seorang wali murid yang enggan disebut namanya, Jumat (17/4/2026).

 

KRONOLOGI KELUHAN (14-16 April 2026)

· Selasa (14/4): Buah pisang yang diterima siswa didominasi kondisi membusuk.

· Rabu (15/4): Buah semangka juga didistribusikan dalam keadaan tidak layak—busuk.

· Kamis (16/4): Mie putih campur wortel berbau basi. Seluruh siswa mengembalikan kotak makan.

Seorang guru yang identitasnya dirahasiakan membenarkan adanya pengembalian massal. “Porsi memang dibedakan kelas 1-3 (kecil) dan 4-6 (besar). Tapi masalahnya bukan di porsi, melainkan rasa dan bau sayur yang sudah sangat memprihatinkan. Hari ini menunya kelengkeng, rolade telur, orek tempe kering, tapi sayur mie-nya tidak layak,” ujarnya.

TANGAPAN KEPALA SPPG: “MIE NYA RADA BERBAU”

Kepala SPPG Dapur Wiyono, Putra Sai Helau, membenarkan adanya keluhan. Namun, ia sempat mempertanyakan bukti visual untuk kejadian pisang dan semangka busuk. “Untuk hari Selasa pisang busuk, ada fotonya tidak? Hari Rabu semangka busuk, ada fotonya juga tidak? Supaya kami bisa evaluasi,” ujar Putra melalui sambungan WhatsApp.

Terkait mie putih berbau basi, Putra mengakui adanya indikasi ketidaksesuaian standar. “Iya, mie putih memang rada berbau. Kami masih pelajari karena kami pakai barang yang pres (presisi). Ada kesalahan dalam pengolahan, makanya tidak tahan dalam pendistribusian,” klaimnya.

Ia menjelaskan proses memasak dimulai sekitar pukul 01.00–03.00 WIB dini hari, namun belum bisa memastikan penyebab pasti makanan cepat basi.

 

Para wali murid yang gerah dengan kualitas MBG yang terus menurun mengancam akan melaporkan kasus ini ke DPRD Kabupaten Pesawaran jika tidak ada evaluasi total.

Hingga berita ini ditayangkan, Dinas Pendidikan dan Badan Gizi Kabupaten Pesawaran belum memberikan tanggapan resmi. Padahal, program yang menguras anggaran ini menyangkut kesehatan anak-anak sekolah dasar. (Tim)*

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed