Pembinaan Berkelanjutan di Rutan Ambon: Dorong Warga Binaan Terus Berkarya

AMBON, HEADLINE20 Dilihat

Ambon, Orasipubliknews.co.id – Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIA Ambon terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung program ketahanan pangan nasional melalui kegiatan pelatihan kemandirian yang produktif dan berkelanjutan.

Salah satu bentuk nyata yang dilakukan adalah keberhasilan warga binaan dalam membudidayakan tanaman hidroponik serta menghasilkan karya berupa kursi sofa yang memiliki nilai jual tinggi melalui program pelatihan keterampilan.

Kegiatan ini selaras dengan program pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan nasional serta mendukung implementasi Program Aksi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas) yang menitikberatkan pada pelatihan kemandirian warga binaan melalui kegiatan yang produktif, kreatif, dan bernilai guna.

Pada pertanian, warga binaan berhasil memanfaatkan lahan yang tersedia untuk mengembangkan berbagai tanaman hidroponik secara optimal. Melalui proses perawatan yang dilakukan secara rutin, tanaman yang dihasilkan tumbuh subur, segar, dan memiliki nilai manfaat bagi kebutuhan sehari-hari. Program ini menjadi bukti bahwa keterbatasan ruang tidak menjadi penghalang untuk terus berkarya dan produktif.

Selain di bidang pertanian, warga binaan juga aktif mengikuti pelatihan pembuatan kursi sofa. Dalam kegiatan tersebut, warga binaan dibimbing mulai dari proses perakitan rangka, pemasangan busa, hingga tahap finishing. Hasil karya yang dihasilkan memiliki kualitas yang baik, desain yang menarik, serta bernilai jual tinggi sehingga berpotensi menjadi produk unggulan hasil pelatihan kemandirian di Rutan Ambon.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Rutan Ambon, Jefry Persulessy, Sabtu (16/05/2026) menyampaikan bahwa kegiatan pelatihan kemandirian merupakan bagian penting dalam meningkatkan kualitas pelatihan warga binaan sekaligus mendukung program pemerintah..

“Program pelatihan ini merupakan wujud nyata komitmen Rutan Ambon dalam menciptakan warga binaan yang produktif, mandiri, dan memiliki keterampilan. Kami berharap kemampuan yang diperoleh dapat menjadi bekal yang bermanfaat setelah mereka kembali ke masyarakat,” ujarnya.

Salah satu warga binaan berinisial HF mengaku merasa senang dan termotivasi mengikuti kegiatan pelatihan tersebut. Menurutnya, program keterampilan yang diberikan sangat bermanfaat karena memberikan pengalaman dan kemampuan baru yang dapat digunakan setelah menyelesaikan masa pidana.

“Selama mengikuti kegiatan ini saya banyak belajar, mulai dari cara membuat sofa hingga merawat tanaman hidroponik. Kegiatan ini membuat kami lebih produktif dan memberikan harapan untuk bisa memiliki usaha sendiri setelah bebas nanti,” ungkap HF

Program pelatihan ini tidak hanya berfokus pada hasil akhir, tetapi juga pada proses pembelajaran yang berkelanjutan. Warga binaan mendapatkan pendampingan langsung dari petugas sehingga mampu memahami setiap tahapan pekerjaan dengan baik. Melalui kegiatan tersebut, warga binaan diharapkan memperoleh bekal keterampilan yang dapat dimanfaatkan setelah kembali ke tengah masyarakat.

Melalui kegiatan pelatihan yang terus berjalan, warga binaan tidak hanya terbentuk menjadi pribadi yang terampil, tetapi juga lebih disiplin, bertanggung jawab, dan mampu bekerja sama. Semangat untuk terus berkarya dari dalam rutan menjadi bukti bahwa pelatihan yang berkelanjutan mampu menghadirkan perubahan positif dan memberikan manfaat nyata bagi kehidupan yang lebih baik di masa depan. (Tim)*

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *